• Jumat, 19 Agustus 2022

Hukum Jasa titip dalam Islam

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:33 WIB
Hukum Jastip dalam Islam.
Hukum Jastip dalam Islam.
 
BICARABERITA - Jastip yang artinya jasa titip dalam Islam, hukum terkait Jastip ini sudah diatur oleh agama.
 
Melansir dari akun Instagram @anca.id yang merangkum kajian dari ustadz Ammi Nur Baits, beliau menjelaskan tentang Jastip yang 'memesan kemudian akad'.
 
Ketika memesan, akad ini sama sekali tidak mengikat. Artinya di sini pelayan Jastip boleh menaikkan harga tanpa sepengetahuan yang di titipi.
 
 
Ketika pelayan Jastip belum mendapatkan barangnya, maka tidak boleh menerima transaksi atau melakukan akad, sebab belum memiliki barang.
 
Karena syarat dari seseorang boleh melakukan akad adalah jika telah memiliki barang. Maka jika ia baru dititipkan sifatnya hanya rencana akad dan bukan akad.
 
Orang yang melakukan akad tidaklah mengikat. Setelah yang dititipi mendapatkan barang, maka baru dilakukan akad.
 
Namun, Jika ternyata penitip tidak jadi membeli, maka pelayan Jastip tidak boleh sakit hati. Sebab masih belum terjadi akad. Karena akad hanya akan berlangsung setelah membeli barang.
 
 
'Hukum menjadi wakil'. Bentuknya adalah ketika sebelum membelikan barang, pelayan Jastip meminta uangnya terlebih dahulu untuk ditransfer.
 
Setelah ditransfer pelayan Jastip bisa membeli barangnya. Namun harus ceritakan sesuai dengan nilai rill yang berlaku.
 
Misal harganya 100rb maka ceritakan harganya 100rb. Ongkos kirimnya sekian dan jasa titipnya sekian. Sehingga jatuhnya ia adalah fee dari membelikan barang.***

Editor: Veliciana Gracica

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Nasihat Emas dari Imam Syafi'i

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:39 WIB

Arti mimpi sepatu menandakan anda akan naik pangkat

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 07:06 WIB
X