• Jumat, 19 Agustus 2022

Kenapa disunnahkan puasa Tasua sebelum puasa Asyura ? Ini penjelasannya

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 10:22 WIB
alasan Disunnahkan Puasa Tasua Sebelum Puasa Asyura. (pexels.com/Monstera)
alasan Disunnahkan Puasa Tasua Sebelum Puasa Asyura. (pexels.com/Monstera)

 

BICARABERITA - Puasa Tasua dan Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9-10 Muharram. 
 
Kedua puasa ini lebih afdhol jika dilakukan secara berurutan daripada berpuasa Asyura saja.  
 
Sebagian ulama mengatakan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam menganjurkan untuk melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram sekaligus Puasa Tasua pada 9 Muharram 
 
 
Hal ini dilakukan agar tidak tasyabbuh atau menyerupai orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.
 
Berikut pula dalil terkait puasa Tasua
 
صوموا يوم عاشوراء وخالفوا فيه اليهود وصوموا قبله يوما أو بعده يوما
 
“Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar)
 
Ada pula yang menyebut bahwa hal ini untuk kehati-hatian jika terjadi salah penetapan hari Asyura yaitu pada 10 Muharram. 
 
 
Syaikh Ibrahim Ar Ruhaili juga menyebut bahwa lebih baik amalan berpuasa dua hari sekaligus yaitu pada tanggal 9 Muharram atau Puasa Tasua dan 10 Muharram. 
 
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam juga berkata, “Yang lebih afdhol adalah amalan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh dari bulan Muharram karena mengingat hadits (Ibnu ‘Abbas).
 
Dalam riwayat lain jalur Abdullah bin Abbas, Rasulullah Saw berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk ikut berpuasa.
 
Suatu ketika, mereka berkata, “Ya Rasulullah, ini hari yang dimuliakan oleh orang Yahudi dan Nasrani”.
 
 
Mendengar jawaban tersebut, Nabi berkata, “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, insyaAllah, kita akan berpuasa pada hari kesembilan juga”.
 
Namun, Rasulullah wafat sebelum tahun berikutnya tiba (H.R Muslim 1916). 
 
Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan lainnya menyebut bahwa dianjurkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus.
 
Hal ini karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berkeinginan berpuasa juga pada hari kesembilan. 
 
Ibnu Rajab juga mengatakan, Di antara ulama yang menganjurkan amalan berpuasa pada tanggal 9 Muharram dan 10 Muharram sekaligus adalah Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, dan Ishaq. ***

Editor: Veliciana Gracica

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Nasihat Emas dari Imam Syafi'i

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:39 WIB

Arti mimpi sepatu menandakan anda akan naik pangkat

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 07:06 WIB
X