Bak sudah memprediksinya, Gus Miftah nasehati Cak Nun yang menyamakan Presiden Jokowi dengan Firaun

- Kamis, 19 Januari 2023 | 14:12 WIB
Gus Miftah saat beri tanggapan video Ustad Fahmi (Instagram)
Gus Miftah saat beri tanggapan video Ustad Fahmi (Instagram)

BICARABERITA, JAKARTA -- Dakwah di acara Summit Investor Daily pada Oktober 2022 lalu, Gus Miftah seakan sudah bisa meramal suatu hal yang akan terjadi kepada Presiden Jokowi yang menerima kritik pedas dari ulama.

Tayangan Gus Miftah tersebut, seperti dilihat oleh tim redaksi bicaraberita.com dari YouTube Chanel DH Entertainment News itu sangat related dengan kondisi seorang ulama yang memberikan kritik kepada presiden dengan cara yang tidak sewajarnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil naik vespa warna kuning jelang Pemilu 2024 akui Partai Golkar dirinya banget

Diketahui, budayawan dan juga ulama Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun memberikan kritik pedas kepada Presiden Jokowi dengan menyebut Presiden Jokowi serupa Firaun.

Kalimatnya adalah, “Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qarun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga, nggak 9, 10 saya kira. Terus ada Haman yang namanya Luhut,” disebut Cak Nun, dalam ptotongan video yang telah berredar dan viral di media sosial.

Lantas, utaian dakwah Gus Miftah pada Oktober lalu itu rupanya sangat berkaitan dengan apa yang dilontarkan oleh Cak Nun terhadap Presiden Jokowi.

"Allah memberikan petunjuk kepada Harun dan Musa untuk memberikan nasihat kepada Firaun dengan kalimat dan dengan cara yang lemah dan lembut. Artinya Bapak Ibu, pantaskah hari ini ketika kita memberikan kritikan kepada pemerintah, khususnya kepada presiden dengan cara yang kasar? Padahal Allah memerintahkan Harun dan Musa untuk berbicara kepada Firaun dengan cara yang lemah dan lembut," sebut Gus Miftah, dalam video dakwah singkat di acara Investor Daily tersebut, dilihat Kamis 19 Januari 2022.

Baca Juga: Bisa kukus atau panggang! Resep Kuotie Ayam, enak tapi praktis wajib dicoba

Selanjutnya, Gus Miftah pun menjelaskan ketika ada ulama menyampaikan dengan cara demikian, maka selanjutnya yang dikesankan adalah kriminalisasi ulama.

Halaman:

Editor: Vito Adhityahadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X