Tak diperbolehkan pacaran oleh orang tua, siswi SMP di Surabaya nekat bunuh diri terjun dari lantai dua

- Jumat, 25 November 2022 | 20:31 WIB
Kejadian yang kurang menyenangkan di Hari Guru ini datang dari seorang siswi SMPN di kawasan Ketabang, Surabaya, yang ditengarai ingin melakukan bunuh diri dengan terjun dari lantai dua gedung sekolahnya pada Jumat, 25 November 2022, pagi tadi.
Kejadian yang kurang menyenangkan di Hari Guru ini datang dari seorang siswi SMPN di kawasan Ketabang, Surabaya, yang ditengarai ingin melakukan bunuh diri dengan terjun dari lantai dua gedung sekolahnya pada Jumat, 25 November 2022, pagi tadi.

BICARABERITA – Kejadian yang kurang menyenangkan di Hari Guru ini datang dari seorang siswi SMPN di kawasan Ketabang, Surabaya, yang ditengarai ingin melakukan bunuh diri dengan terjun dari lantai dua gedung sekolahnya pada Jumat, 25 November 2022, pagi tadi.

Siswi SMP di Surabaya yang diketahui berinisial NPS, 13 tahun, nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan terjun dari lantai dua ditengarai karena tekanan mental efek dari sering dimarahi orang tua karena pacaran.

Peristiwa ini kemudian dibenarkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya saat dikonfirmasi terkait adanya kasus percobaan bunuh diri dari siswi SMP di Surabaya.

Baca Juga: Ungkap fakta pembunuhan sopir TransJakarta yang ditusuk hingga tewas oleh pelaku yang mabuk

“Masoh di RS dalam penanganan dokter,” ungkap Tomi Ardiyanto selaku perwakilan saat dikonfirmasi pada Jumat, 25 November 2022.

Dalam keterangannya Tomi menjelaskan bahwa aksi nekat bunuh diri NHS ditengarai karena masalah pacaran yang tidak disetujui oleh orang tua korban imbasnya korban mendapatkan tekanan mental.

“Dia putus sama pacarnya, sering dimarahi (orang tua) akibat pacaran,” sambungnya.

Baca Juga: Kue acara keluarga dengan 4 bahan? Resep cookies teflon, praktis dan mudah dibuat

Lebih lanjut, Tomi juga menjabarkan bahwa korban NPS ketika sudah sembuh nanti akan dirawat sementara di selter Rumah Aman Anak Perempuan milik Pemkot Surabaya.

Halaman:

Editor: Shahnaz Adela

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X