• Selasa, 6 Desember 2022

Korban tanyakan reka ulang yang janggal saat 'Tragedi Kanjuruhan', polisi hanya beri penjelasan begini

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 08:21 WIB
Dalam Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan, Tidak Ada Adegan Tembakan Gas Air Mata ke Arah Tribun (SuaraJatim/Yuliharto Simon)
Dalam Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan, Tidak Ada Adegan Tembakan Gas Air Mata ke Arah Tribun (SuaraJatim/Yuliharto Simon)

BICARABERITA - Para Suporter Arema FC, Aremania yang menjadi korban selamat saat Tragedi Kanjuruhan banyak yang mempertanyakan dengan janggalnya reka ulang yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resort Kota Malang.

Hal ini karena dalam reka ulang tersebut penembakan gas air mata yang dilakukan oleh petugas keamanan dari Brimob dan Polres Kota Malang hanya sampai di sentle ban atau pinggir lapangan saja.

Baca Juga: Keren, tokoh ini kawal langsung Coach Shin Tae-Yong untuk tetap latih Timnas Indonesia

Padahal dari kesaksian para Aremania dan rekaman video yang sudah tersebar di media sosial, terlihat bahwa penembakan gas air mata sampai masuk ke tribun penonton.

Adapun menanggapi hal ini Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa itu adalah hak tersangka untuk memperagakannya dalam reka adegan.

"Untuk materi aslinya nanti akan dijelaskan oleh penyidik, tapi jika saat reka adegan tersangka menyampaikan maka itu hak tersangka, penyidik yang akan mempertanggungjawabkan dari kejaksaan sampai ke pengadilan," ucap Dedi setelah rekonstruksi kejadian pada Rabu, 19 Oktober 2022.

Adapun kejanggalan dalam reka adegan dari Tragedi Kanjuruhan tersebut diduga karena tidak adanya keterlibatan suporter Arema FC, Aremania yang dipanggil oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Bharada E menangis usai sidang perdana kasus Brigadir J, Netizen: Dari semua tersangka hanya dia...

Rekonstruksi kejadian di Stadion Kanjuruhan itu sendiri hanya melibatkan tiga pelaku dan 54 orang saksi dan memperagakan 30 adegan.

Halaman:

Editor: Vito Adhityahadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X