• Jumat, 19 Agustus 2022

Untuk pertama kalinya, ledakan energi aneh yang disebabkan tabrakan bintang, terlihat di antariksa

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 15:26 WIB
Tangkapan layar ledakan energi aneh yang disebabkan tabrakan bintang, terlihat di antariksa
Tangkapan layar ledakan energi aneh yang disebabkan tabrakan bintang, terlihat di antariksa

BICARA BERITA - Para peneliti, untuk pertama kalinya, telah berhasil mengamati salah satu kilatan paling kuat di langit yang disebabkan oleh tabrakan bintang dan bintang neutron, oleh astronomi radio dengan panjang gelombang milimeter.

Dilaporkan pertama kali oleh The Independent, penemuan itu dilakukan oleh para peneliti dari Northwestern University di Illinois dan Radboud University di Belanda.

Mereka memanfaatkan teleskop radio Atacama Large Millimetre/Submillimetre Array di Chili untuk menangkap sisa cahaya GRB 211106A -- GRB singkat (semburan sinar gamma) yang berasal dari galaksi sekitar 20 miliar tahun cahaya jauhnya.

Baca Juga: Indonesia Juara Umum setelah puncaki klasemen ASEAN Para Games 2022

Profesor fisika dan astronomi barat laut Wen-fai Fong mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Ledakan sinar gamma pendek ini adalah pertama kalinya kami mencoba mengamati peristiwa seperti itu dengan ALMA. Cahaya sisa untuk semburan pendek sangat sulit didapat, jadi sangat spektakuler untuk menyaksikan acara ini bersinar begitu terang.”

Apa itu GRB?

GRB adalah semburan kuat radiasi gamma yang muncul ketika bintang besar jatuh ke lubang hitam atau bintang neutron, terutama yang padat dalam sistem biner yang menyatu dengan bintang pendampingnya untuk membentuk lubang hitam.

Astronom Universitas Radboud dan penulis utama makalah Tanmoy Laskar menambahkan, “Penggabungan ini terjadi karena radiasi gelombang gravitasi yang menghilangkan energi dari orbit bintang biner, menyebabkan bintang-bintang berputar ke arah satu sama lain.Ledakan yang dihasilkan disertai dengan jet yang bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ketika salah satu dari pancaran ini diarahkan ke Bumi, kami mengamati gelombang pendek radiasi sinar gamma atau GRB berdurasi pendek.”

Baca Juga: Kemlu Singapura tegaskan Surya Darmadi tidak ada di negaranya

GRB berdurasi pendek hanya dapat bertahan selama sepersekian detik, namun, sisa cahaya yang dilepaskannya bertahan lebih lama, dalam panjang gelombang cahaya yang kurang energik yang dapat bertahan selama beberapa menit, bahkan berjam-jam atau berhari-hari.

Halaman:

Editor: Shahnaz Adela

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X