• Minggu, 22 Mei 2022

Dugaan Perbudakan Modern dalam Penemuan Penjara di Rumah Bupati Langkat

- Selasa, 25 Januari 2022 | 09:30 WIB
Perbudakan modern oleh Bupati Langkat yang justru tertangkap kena OTT KPK.  (Istimewa)
Perbudakan modern oleh Bupati Langkat yang justru tertangkap kena OTT KPK. (Istimewa)

BICARABERITA - Ramai soal dugaan perbudakan modern yang dilakukan Bupati Langkat, berikut sedikit ulasannya.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Migrant CARE melaporkan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin ke Komnas HAM. Ketua Migrant CARE, Anis Hidayah, mengatakan Terbit diduga terlibat dalam praktik perbudakan terhadap para pekerjanya.

Ia menyebut mendapatkan sejumlah bukti laporan itu dari warga setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 18 Januari 2022 lalu. Ia menuturkan setidaknya ada tujuh hal dugaan perbudakan yang dilakukan Terbit terhadap pekerja perkebunan sawit miliknya.

Baca Juga: Heboh! Temuan Penjara di Rumah Bupati Langkat, Ternyata Digunakan untuk Mengurung Pekerja Sawit

"OTT yang dilakukan KPK tersebut telah membuka kotak pandora dari kasus kejahatan yang dilakukan oleh eks Bupati Langkat," ujar Anis di Komnas HAM, Senin 24 Januari 2022.

Adapun tujuh praktik yang dilakukan Terbit salah satunya yakni mendirikan penjara bagi pekerjanya agar tidak bisa keluar dari tempat itu. Ia menyebut penjara itu dibangun di dalam kompleks rumah Terbit.

"Dari temuan kami setidaknya ada dua kompleks penjara, yaitu di halaman belakang rumah untuk tempat tinggal para pekerja," terangnya.

Baca Juga: Sadis, Seorang Anak di Manggrai Timur NTT, Tega Perkosa Ibu Kandungnya Sendiri

Selain penjara di rumah Bupati Langkat, ditemukan pula kerangkeng. Sel tersebut dimaksudkan untuk mengurung para pekerja.

Halaman:

Editor: Putu Agus Hariutama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X