• Senin, 29 November 2021

Kenaikan UMP Dinilai Tidak Manusiawi, Ribuan Buruh Serempak Gelar Demo di Berbagai Daerah

- Kamis, 25 November 2021 | 13:40 WIB
Buruh menuntut kenaikan UMP (suaramerdeka.com/Cun Cahya)
Buruh menuntut kenaikan UMP (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

BICARABERITA – Ribuan buruh di berbagai daerah serempak menggelar demo atas kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang dinilai tidak manusiawi pada Kamis, 25 November 2021.

Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar demo serentak di berbagai daerah. Di antaranya adalah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di Jakarta, ribuan buruh turun ke jalan di daerah Patung Kuda untuk menuntut tiga poin dalam demo, salah satunya tentang UMP.

Baca Juga: Harga Pangan Terus Naik, Cabe Rawit Merah dan Minyak Goreng Paling Mahal

Buruh di Jawa Barat juga menggelar demo di depan Gedung Sate, Kota Bandung dalam rangka menolak penetapan UMP Jabar 2022.

Kemudian di Jawa Tengah, buruh akan menggelar demo di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang terletak di Jalan Pahlawan.

Koordinator Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jawa Tengah, Nanang Setyono mengungkapkan keprihatinannya terhadap keputusan tentang kenaikan UMP Jateng 2022.

Baca Juga: Ini Beda Antara UMP dengan UMK Beserta Besarannya Upah Minimum Provinsi Tahun 2022

“Kami sangat prihatin sekali dengan penetapan UMP 2022. Bayangkan saja, Jawa Tengah tidak hanya terkecil di Pulau Jawa tapi se-Indonesia, ini benar-benar bentuk penindasan terhadap kaum buruh di Jateng. UMP yang ditetapkan 2022 hanya Rp.1.813.011,” ucap Nanang.

Sedangkan di Jawa Timur, massa buruh akan berdemo di depan Gedung Grahadi dan Kantor Gubernur.

Halaman:

Editor: Yanuarius Edison Janur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arif Hudaya, Direktur Unilever Meninggal Dunia

Kamis, 11 November 2021 | 19:50 WIB
X