Tim peneliti Prancis berhasil menghidupkan kembali virus prasejarah yang terjebak dalam es

- Jumat, 2 Desember 2022 | 08:36 WIB
Pemanasan global menghidupkan kembali hampir dua lusin virus, termasuk satu yang membeku di bawah danau 48.500 tahun lalu, virus zombie. (pixabay.com/ PublicDomainPictures)
Pemanasan global menghidupkan kembali hampir dua lusin virus, termasuk satu yang membeku di bawah danau 48.500 tahun lalu, virus zombie. (pixabay.com/ PublicDomainPictures)

BICARABERITA - Tim peneliti dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis berhasil menghidupkan kembali virus prasejarah berusia sekitar 48.500 tahun yang terperangkap dalam permafrost (tanah beku) di Siberia.

Berdasarkan tujuh keping sampel permafrost, tim peneliti berhasil mencatat 13 virus yang belum pernah dilihat sebelumnya karena telah membeku dalam es selama puluhan ribu tahun.

Sebelumnya para 2014 lalu, tim peneliti yang sama berhasil menemukan virus prasejarah berusia 30.000 tahun yang juga terperangkap dalam permafrost.

Baca Juga: Lakukan 5 amalan sunnah hari Jum’at untuk menambah pahala

Menurut tim peneliti, temuan saat itu adalah temuan besar karena menunjukkan virus masih dapat hidup dan menginfeksi organisme lain setelah berpuluh ribu tahun terperangkap di bawah es.

Namun kini tim peneliti yang sama berhasil memecahkan rekor tahun 2014 lalu, dengan menghidupkan kembali virus berusia 48.500 tahun.

Virus yang berhasil dihidupkan kembali tersebut dinamakan tim peneliti sebagai Pandoravirus yedoma.

Baca Juga: Jepang ‘Cahaya Asia’ comeback kontra Spanyol dan kirim Jerman angkat koper back to back dari Piala Dunia

Alasan tim peneliti menghidupkan virus ini adalah untuk menilai dampaknya terhadap kesehatan masyarakat mengingat setelah permafrost mencair, maka air dari permafrost mampu melepaskan berton-ton bahan kimia dan mikroba yang terperangkap dalamnya.

Halaman:

Editor: Veliciana Gracica

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X