• Jumat, 30 September 2022

Ledakan di Ekuador tewaskan lima orang, pejabat menyalahkan kelompok inilah yang harus bertanggung jawab

- Senin, 15 Agustus 2022 | 11:21 WIB
Ilustrasi ledakan.
Ilustrasi ledakan.

BICARABERITA - Sebuah ledakan pada hari Minggu,14 Agustus 2022, menewaskan sedikitnya lima orang dan 16 lainnya luka-luka di kota pelabuhan Guayaquil, Ekuador.

Selama konferensi pers, menteri dalam negeri Ekuador, Patricio Carrillo, mengatakan serangan itu ditargetkan pada dua penduduk setempat yang dikenal dengan alias "Cucaracha" dan "Junior," yang diduga terkait dengan geng penjahat terorganisir "Tiguerones".

Dilansir dari Reuters, Senin, 15 Agustus 2022, di Guayaquil, kota terbesar kedua di negara itu, ledakan itu menghancurkan delapan rumah dan dua mobil.

Presiden Guillermo Lasso pun mengumumkan keadaan darurat lewat akun Twitter miliknya.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Polri berbohong? Berikut keterangan yang bisa menjelaskan

Lasso mengatakan bahwa pemerintahannya yang berusia satu tahun "tidak akan membiarkan kejahatan terorganisir mencoba mengendalikan negara."

Sekretaris Keamanan Diego Ordonez mengumumkan selama konferensi pers bahwa kota pesisir akan berada di bawah keadaan darurat yang akan berlangsung selama 30 hari.

Lima orang yang meninggal telah berhasil diidentifikasi, menurut Menteri Dalam Negeri Patricio Carrillo.

"Kelima korban telah berhasil diidentifikasi dan tidak ada yang memiliki sejarah kriminal," katanya.

Baca Juga: Sinopsis Lone Survivor, misi Militer AS tangkap pimpinan Taliban yang berakhir gagal dan tragis

Ekuador, yang terletak di antara Kolombia dan Peru, dua negara produsen utama kokain dunia, sedang menghadapi gelombang kejahatan yang telah mengakibatkan pemandangan mengerikan seperti korban dipenggal yang digantung di jembatan.

Sedikitnya 400 orang tewas dalam pertempuran dan pembantaian di penjara Ekuador sejak Februari 2021 sebagai akibat dari ketegangan antara geng narkoba yang bersaing.

Menurut statistik PBB terbaru, Ekuador bertanggung jawab atas 6,5 persen dari semua kokain yang disita secara global pada tahun 2020.

Lebih jauh lagi, tingkat pembunuhan di negara berpenduduk 18 juta jiwa itu, yaitu 14 pembunuhan per 100.000 orang pada tahun 2017, hampir dua kali lipat dari tingkat tahun 2020 pada tahun 2017.  ***

Editor: Veliciana Gracica

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X