• Kamis, 29 September 2022

Presiden Perancis 'Macron' ikut menyampaikan duka atas peristiwa penusukan terhadap penghina Nabi Muhammad

- Senin, 15 Agustus 2022 | 07:57 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron.  (TASS Russia News Agency)
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (TASS Russia News Agency)

BICARABERITA - Presiden Perancis Macron ikut menyampaikan duka atas peristiwa penusukan terhadap penghina Nabi Muhammad yaitu penulis ayat-ayat setan.

Macron menyebutnya sebagai korban kebencian dan barbarisme kepada seorang 'Salman Rusdhie' yakni penulis novel yang menghina nabi Muhammad.

"Selama 33 tahun, Salman Rushdie telah mewujudkan kebebasan. Dia telah menjadi korban serangan pengecut oleh kekuatan kebencian dan barbarisme.

Baca Juga: Rusia dan Korea Utara akan memperluas hubungan bilateral

Perjuangannya adalah perjuangan kita, itu universal. Sekarang, lebih dari sebelumnya, kami mendukungnya," kata Emmanuel Macron, selaku Presiden Perancis, dihumpun dari berbagai sumber berita internasional, Senin 15 Agustus 2022. 

Ketika majalah Charlie Hebdo menggambar karikatur menghina Nabi Muhammad, dia pun ikut membelanya dan bertekad melindungi kebebasan untuk menghina.

"Di Perancis ada kebebasan untuk menista, yang mana itu melekat erat pada kebebasan nurani. Dari sudut pandang itu, saya akan tetap melindungi segala bentuk kebebasan itu" ucap Emmanuel Macron.

"Jadi bukan wewenang saya menilai keputusan para jurnalis itu, saya hanya bisa mengatakan bahwa di Perancis kita bisa mengkritik pemerintah, Presiden dan bahkan mengutuknya." Jelasnya Macron.

Baca Juga: Kawan Lama Group berikan pernyataan terkait pelecehan terhadap salah satu karyawannya

Halaman:

Editor: Vito Adhityahadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X