• Jumat, 30 September 2022

Darah Salman Rushdie penulis buku Ayat-Ayat Setan tumpah di panggung sastra usai ditikam 15 kali

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 22:08 WIB
Panggung Chautauqua Institution menjadi saksi bisu penikaman yang dilakukan oleh Hadi Matar kepada seorang novelis Salman Rushdie.  (Hindustan Times)
Panggung Chautauqua Institution menjadi saksi bisu penikaman yang dilakukan oleh Hadi Matar kepada seorang novelis Salman Rushdie. (Hindustan Times)

BICARABERITA - Panggung Chautauqua Institution menjadi saksi bisu penikaman yang dilakukan oleh Hadi Matar kepada seorang novelis Salman Rushdie pada Jumat hari Jum'at, 12 Agustus 2022.

Novel miliknya yang sudah pernah beredar dipublikasikan di Iran pada tahun 1980-an dengan judulnya The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan yang merupakan novel keempat, telah berhasil memicu kecaman umat muslim di seluruh penjuru dunia.

Bagi umat muslim, novelnya telah dianggap penuh SARA hingga tak boleh beredar di India dan menyulut kerusuhan di Pakistan.

Baca Juga: Tanggal-tanggal penting dalam kehidupan penulis Salman Rushdie

Untuk alasannya, karena novel tersebut menceritakan tokoh utama yang bernama Mahound (yang kemungkinan besar merujuk pada Muhammad) diceritakan secara kilas balik paralel dengan dua tokoh utama lainnya Gibreel Farishta dan Saladin Chamcha.

Sebagian ceritanya terinspirasi dari kisah hidup Muhammad.

Tak hanya itu, Salman Rushdie juga dengan santainya menggambarkan bagaimana wajah, sifat, kepribadian Nabi Muhammad SAW, sehingga novel tersebut telah berisi penistaan agama dan dilarang untuk diedarkan.

Pasalnya, ia menghadiri sebuah acara sastra, setelah nama Salman Rushdie dipanggil oleh host untuk menaiki panggung, selang beberapa waktu kemudian ada beberapa orang melakukan pengeroyokan terhadap Rushdie.

Baca Juga: Siapa Salman Rushdie, penulis novel Ayat-Ayat Setan yang ditikam di New York, Amerika Serikat

Halaman:

Editor: Putu Agus Hariutama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X