• Jumat, 19 Agustus 2022

Mengenal Hibakusha, orang yang selamat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki Jepang

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 08:30 WIB
Mengenal Hibakusha, orang yang selamat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki Jepang. (Pixabay.com/@AlexAntropov86)
Mengenal Hibakusha, orang yang selamat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki Jepang. (Pixabay.com/@AlexAntropov86)

BICARABERITA - 6 Agustus merupakan hari yang selalu dikenang masyarakat Jepang, bahkan dunia, ketika bom atom pertama kali dijatuhkan di Hiroshima dan menggelapkan tempat itu.
 
Akibat peristiwa itu, selain ratusan ribu korban jiwa jatuh, korban yang selamat pun tertatih dalam kepahitan hidup yang harus dijalani.
 
Orang-orang selamat dalam peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Hibakusha. Lalu siapakah Hibakusha itu?
 
Melansir dari situs Hibakusha Stories, Hibakusha merupakan orang-orang yang selamat dari bom atom yang pernah terjadi 77 tahun lalu itu.
 

Secara harfiah, disebutkan 'Hibakusha' memiliki arti sebagai 'orang-orang yang terdampak bom'.
 
Kehidupan Hibakusha usai kejadian mengalami sejumlah penderitaan, baik fisik dan mental.
 
Mereka dikabarkan kerap mendapat perlakuan diskriminasi di lingkungan mereka, yang membuat jiwa mereka juga terganggu.

Bentuk diskriminasi dari orang lain kala itu tidak lain juga dipengaruhi minimnya pengetahuan terhadap efek kontaminasi radioaktif pada Hibakusha tidak jelas dan simpang siur.
 

Para Hibakusha ketika itu banyak dihindari karena dianggap dapat menyebarkan paparan radiasi ke orang lain.

Akibatnya Hibakusha menjadi kesulitan dalam bersosial, mendapatkan pekerjaan hingga mendapatkan pasangan.
 
Sementara itu identifikasi Hibakusha ini juga kemudian penting diketahui dan diakui, sebab para Hibakusha nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah Jepang, baik medis hingga tunjangan bulanan.
 
Tentu bantuan pemerintah itu didapatkan usai melakukan serangkaian perjuangan dari kelompok Hibakusha sendiri, salah satunya melalui Nihon Hidankyo (Konfederasi Penderita Bom A dan H) yang terbentuk pada tahun 1956.
 

Kelompok yang seluruh anggotanya diisi Hibakusha itu berhasil memperjuangkan dan memenangkan dua undang-undang seperti “UU Perawatan Medis Korban Bom” (1956) dan “UU Tindakan Khusus untuk Penderita” (1967).

Hasil perjuangan mereka kemudian membuat Hibakusha secara resmi diakui pemerintah Jepang dan tertuang dalam Undang-Undang Pertolongan Korban Bom Atom.

Dalam Undang-Undang tersebut disebutkan Hibakusha adalah orang dengan kriteria berikut:

1. Orang-orang yang terpapar langsung dengan bom dan setelahnya
 

2. Orang yang terpapar dalam radius 2 kilometer yang memasuki wilayah kehancuran dalam waktu 2 minggu pasca ledakan

3. Orang yang terdampak radioaktif secara umum

4. Mereka yang juga ikut terpapar ketika berada di dalam rahim sang Ibu

Perlu diketahui bahwa peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki tidak hanya merenggut orang asli Jepang, namun juga orang dari negara lain.
 
 
Sebab itu Hibakusha atau para penyintas yang mendapat bantuan dari pemerintah Jepang juga termasuk mereka yang kemudian tinggal di negara selain Jepang.

Kini meski telah 77 tahun berlalu sejak bom Hiroshima dan Nagasaki, label Hibakusha pun tidak menghilang, bahkan seolah berkembang setelah terjadinya bencana radiologi di kompleks tenaga nuklir Fukushima Daiichi pada tahun 2011 lalu.

Label Hibakusha yang awalnya ditujukan untuk korban terdampak bom atom, kini berkembang menjadi orang yang terpapar radiasi berbahan bakar nuklir.***

Editor: Veliciana Gracica

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Elon Musk mau beli MU, cek faktanya!

Kamis, 18 Agustus 2022 | 05:49 WIB
X