• Kamis, 27 Januari 2022

Situasi Kemanusiaan di Afghanistan Kian Memburuk, Jokowi Berikan Bantuan Ini

- Senin, 29 November 2021 | 13:47 WIB
Ilustrasi anak-anak Afghanistan. Dalam pidato pertamanya di Afghanistan, Pemimpin Taliban serukan badan amal dunia untuk tidak menahan bantuan.  (Reuters /Jeon Heon Kyun)
Ilustrasi anak-anak Afghanistan. Dalam pidato pertamanya di Afghanistan, Pemimpin Taliban serukan badan amal dunia untuk tidak menahan bantuan. (Reuters /Jeon Heon Kyun)

BICARABERITA -Situasi kemanusiaan di Afghanistan kian memburuk sejak pemerintahan inklusif yang belum terwujud.

Hal ini menyentuh hati presiden Joko Widodo yang menyoroti sitiuasi kemanusian di Afghanistan.

Sehinggah atas dasar itu Joko Widodo menegaskan, pemerintah Indonesia akan turut memberikan bantuan bagi rakyat Afghanistan.

Baca Juga: Pendiri Off-White, Virgil Abloh Meninggal Dunia karena Kanker Langka

Hal tersebut diutarakan Presiden saat berbicara secara virtual pada Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (26/11/2021).

“Saat ini, Situasi kemanusiaan di Afghanistan kian memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden.

Dalam hal memberikan bantuan tersebut, Pemerintah mengutamakan pemerhatian pada dua isu; pemberdayaan perempuan dan kerjasama antar ulama.

Baca Juga: Update Omicron: Gawat! Penyebarannya Semakin Meluas

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

Baca Juga: Pasukan Keamanan Irak Tembak Mati  Anggota ISIS yang Melarikan Diri dari Penjara dengan Dua Kaki Tangannya

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

Editor: Yanuarius Edison Janur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dihantam Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi oleh Pasukan

Minggu, 16 Januari 2022 | 11:10 WIB
X