• Kamis, 27 Januari 2022

Derita Rakyat Afghanistan setelah 100 Hari Kekuasaan Rezim Taliban, Dari Menjual Anak sampai Narkoba

- Jumat, 26 November 2021 | 13:42 WIB
Pembagian makanan di Afghanistan.  (The Independent)
Pembagian makanan di Afghanistan. (The Independent)

BICARABERITA – Rakyat Afghanistan terus dilanda krisis sejak Taliban berhasil merebut kekuasaan pada 15 Agustus lalu. 100 hari sudah mereka melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup, mulai menjual anak sampai narkoba.

Utusan PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons, memang telah mengingatkan bahwa krisis ekonomi di Afghanistan dapat menimbulkan berbagai kejahatan.

Krisis makin diperparah setelah komunitas global menyatakan tidak akan membantu negara itu karena Taliban belum memenuhi janjinya untuk menjunjung HAM. Di tengah penderitaan itu, berikut beberapa hal yang dilakukan rakyat Afghanistan untuk menyambung hidup mereka.

Menjual Perabotan Rumah Tangga

Mantan pejabat wanita di pemerintahan sebelumnya, Sharifia, mengaku dirinya melakukan apapun untuk menyambung hidup. Dia bahkan menjual seluruh barang rumah tangga di rumahnya.

Baca Juga: 100 Hari Taliban, Kehancuran Afghanistan di Depan Mata

“Saya sudah tak bekerja selama tiga bulan. Saya menjual seluruh perabotan rumah tangga dan membeli makanan dari hasil jualan tersebut,” kata Sharifia, dikutip dari Deutsche Welle.

Jual Putri Mereka

Seorang pria di Afghanistan, Fazal, menjual dua anak perempuannya untuk dinikahkan demi membeli makanan untuk keluarga.

Halaman:

Editor: Putu Agus Hariutama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dihantam Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi oleh Pasukan

Minggu, 16 Januari 2022 | 11:10 WIB
X