• Minggu, 22 Mei 2022

Wajib Disimak! Ini Loh 3 Penyebab Rem Blong Menurut KNKT

- Jumat, 21 Januari 2022 | 12:23 WIB
Kecelakaan di Balikpapan akibat rem blong.  (Istimewa)
Kecelakaan di Balikpapan akibat rem blong. (Istimewa)

BICARABERITA  KNKT dalam penjelasannya mengungkap setidaknya ada tiga penyebab rem blong, yaitu backfeeding, tekor angin dan vapor lock.

Untuk informasi, sistem pengereman pada bus dan truk berbeda dengan mobil penumpang karena bobotnya yang lebih besar.

Umumnya, bus dan truk menggunakan sistem pengereman hydraulic (hidraulis), Air Over Hydraulic (AOH) atau full air brake. Khusus AOD dan full air brake memakai tambahan sistem tekanan udara serta membawa tangki udara.

Baca Juga: Breaking News! Tabrakan Beruntun di Simpang Rapak Balikpapan, Akibatnya Lima Orang Tewas dan Empat Luka-Luka

Senior Investigator KNKT Achmad Wildan menjelaskan backfeeding terjadi ketika kampas rem terlalu panas. Ketika kampas menempel ke tromol untuk menghentikan laju roda, pengereman tak dapat dilakukan karena ketahanan kampas tidak mampu menahan panas berlebih.

"Kampas nggak mampu menahan maka licin sempurna, koefisien gesek nol seperti kaca. Direm dapat tapi nggak gigit," jelas Wildan dalam webinar yang digelar Isuzu Indonesia, pada Juni 2021.

Lebih lanjut, ia mengatakan penyebab rem blong akibat tekor angin alias kekurangan tekanan udara. Hal ini dikarenakan AOH dan full air brake mengalami masalah pada sistem suplai udara.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Balikpapan Tewaskan Belasan Orang, Rem Truk Blong dan Tak Mau Korbankan Diri  

Wildan menuturkan tekanan udara pada rem dapat dilihat di indikator yang terletak pada kabin. Apabila tekanan udara kurang dari tujuh bar, maka pengemudi tak akan bisa menekan pedal rem lantaran berada dalam kondisi tekor angin.

Halaman:

Editor: Putu Agus Hariutama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X